@ahmad_suhudi

Ahmad Suhudi

Bapak dari seorang putri,Jedi padawan yang drop out, fotografer amatiran,penulis setengah hati,pecinta kopi dan peternak ascaris lumbricoides kronis

https://www.youtube.com/channel/UCickKWdzGYHR_TIOqImZjow


This Account is Private

@ahmad_suhudi PASAR MALAM Menuntaskan rasa penasaran dan keinginan sang gemintang hati, akhirnya menyempatkan diri malam-malam kesini. Pasar malam di lapangan kampung sebelah komplek. . Ternyata menyenangkan juga, walau sebelum berangkat sudah wanti2 ke sang Permata Yaqut bahwa anak2 tak boleh menaiki wahana2 tertentu. Terhadap jaminan pemerintah saja yang katanya akan membuat rakyatnya sejahtera, saya kurang percaya apalagi pada tingkat keamanan wahana di pasar malam seperti ini. Walhasil, Faiq sang bocah absurd mesti puas hanya main komidi putar yang dijalankan mesin genset πŸ˜… . Yang menjadi titik fokus saya pada acara2 beginian adalah tentang upaya menghibur diri warga pinggiran kota. Tak perlu terlalu mewah, santai dan ceria. Apa adanya namun tetap bisa bikin bahagia sebagai penyalur lelah kerja seharian penduduk sekitar. . Ada yang sibuk jualan jajanan, ada yang ramai menggoda menawarkan tantangan main model lempar kaleng dengan iming2 hadiah besar bermodalkan karcis lima ribuan, ada juga yang sibuk mengais rejeki lewat godaan kecintaan anak kecil pada manisan, balon dan segala permainan. Berpadu dengan alunan irama dangdut yang semena-mena, asap rokok dimana-mana dan celoteh gaduh nan akrab di setiap sudut. Saya jadi semakin percaya, kita sudah demikian terlatih untuk mencari kebahagian dalam banyak hal yang sederhana-sederhana saja. . #streetphotographyindonesia #thestreepers #streetphotography #streetspirit #minimalism #slowspeedphotography #streetphotographyinternational #aspfeatures #longexposure #urbanstreetphotogallery #fujifilm #fujifilm_id #fujifilmx #xt100 #fujifilm_street #pasarmalamsukabumi #streetphotographyhub #fujiguysid #3xplorefgi #lens_culture #life_is_street #dreaminstreets #pasarmalam #sukabumi #huntingpasar #nyetrit

  • 24
  • 3
  • 21 Hours ago

@ahmad_suhudi MENDADAK ARTSY Dalam hidup memang banyak yang kebolak balik. Saling ganti peran walau peran masing-masing sebenarnya sudah ada dan ajeg. Layaknya gaya hidup, yang kekurangan materi berjuang mati-matian biar "terlihat" serba ada dan punya, tapi yang asli kaya malah berusaha tampil sesederhana mungkin. Bahasa kekiniannya gaya hidup minimalis. Kalau perlu kemana-mana pakai T-shirt yang sama. . Yang banyak ilmu memilih diam, yang tak berilmu malah yang teriakannya paling kenceng. Yang cantik rupawan malu malu menunjukkan pesonanya, yang burik dekil malah tampil narsis dan paling pede *ini mah ngomongin diri sendiri πŸ˜…πŸ˜… . Dalam soal futu futu..efek kebolak-balik ini juga menjangkiti saya. Lukisan dibikin biar terlihat realistis, semirip mungkin layaknya foto. Eh..foto malah diedit biar mirip lukisan. Maksud lu ape, Jaenudin? πŸ˜… . Padahal aslinya, itu tak lain dan tak bukan hanyalah upaya menutupi jejak foto yang sudah tak bisa diapa2in gara-gara komposisinya biasa aja, banyak titik noda jejak jamur di permukaan lensa serta detail yang gak jelas. Dengan kata lain, memakai topeng biar hancurnya tidak terlihat jelas. Soal nilai seni, halah..itu boleh jadi cuma sekedar taburan bawang goreng diatas soto. Alias sekedar pelengkap penderita saja. . Boleh jadi konsepnya sama yang mendasari dengan alasan kita berganti peran tiap harinya πŸ˜‚ #mendadak_artsy #soknyeni #landscapephotography #landscape #indonesiaindah #southeastasia #nikon #ig_nikon #streetsoul #streetspirit #fineart #fineartphotography #nikonindonesia #lens_culture #lensakenajamur #lensajamuran

  • 20
  • 0
  • 1 Day ago

@ahmad_suhudi KONTRIBUSI Foto ini saya ambil di salah satu lokasi wisata di Cianjur. Tempat sampah tak jauh, tapi dengan cueknya botol plastik minum ini ditinggal begitu saja entah oleh siapa. Sudah pakai plastik, dibuang sembarang pula. Lengkap poll bosque. . Begitu gampang kita mengeluh tentang permasalahan hidup lalu enteng menyalahkan pemerintah, tanpa disadari bahwa boleh jadi kitalah sumber masalah itu. Ngomel2 soal macet dimana-mana tapi sambil duduk santai dalam mobil pribadi yang isinya paling cuma dia. Mengeluh soal kota yang kotor tapi cuek saja buang sampah di sembarangan tempat. Mengeluh tentang udara penuh polutan yang tak sehat tapi sambil merokok tak lihat tempat. Posting soal ancaman polusi plastik di laut tapi lupa setiap saat minum pakai sedotan. Mengutuk segala korupsi,kolusi, nepotisme politikus dan pejabat tapi nyari kerja sambil nyogok. . Yup. Kita sepertinya hanya pandai menilai busuknya orang lain, tapi diri sendiri malas mandi. Sesimple itu masalahnya. . Dirgahayu RI ke 74. Salam merdeka dalam pemikiran, merdeka dalam tindakan. #streetphotographyindonesia #thestreepers #streetphotography #streetspirit #minimalism #minimalistphotography #minimalist #streetphotographyinternational #aspfeatures #monotone #monochrome #urbanstreetphotogallery #fujifilm #fujifilm_id #fujifilmx #xt100 #fujifilm_street #streetphotographyhub #fujiguysid #3xplorefgi #lens_culture #life_is_street #dreaminstreets #nyetrit #nyetrit_hari_senin

  • 19
  • 1
  • 4 Days ago

@ahmad_suhudi ILMU PENCIUMAN Cet. I, Maret 2017 Penulis : Avery Gilbert Penerbit : Rene Book . Bahwasanya saya terpikat oleh dunia aroma itu satu soal, ditambah kecintaan pada buku itu satu soal lainnya. Kloplah jika buku ini masuk keranjang belanja, meski awal tak niat beli buku, hanya sekedar menemani ibu negara, sang Permata Yaqut keliling2 toko mencari bahan buat persiapan lomba agustusan komplek nanti. πŸ˜‚ . Wewangian, dunia bebauan itu adalah dunia asing sekaligus akrab dalam diri kita. Asing karena ia sulit terdefinisikan dalam satu kata ataupun penjelasan ringkas, akrab karena setiap saat kita tak bisa lepas darinya. Meski mungkin apresiasi tiap orang terhadap satu wangi boleh jadi tak sama. Begitupun keterpesonaan pada aroma tertentu. Saya punya kegilaan pada aroma khas buku tua yang kertasnya telah kuning melapuk. Ada rasa tenang tak terdefinisi ketika mencium jenis aroma ini. Begitupun nuansa mistis yang saya hidu dari bau logam berkarat yang basah. Aroma telah memikat saya meski mungkin dalam sudut yang tak wajar. . Buku ini belum tuntas saya baca, baru beberapa halaman di 2 bab awal. Jadi anggaplah ini bukan review, sekedar impresi awal saja. Meski begitu, saya telah suka dengan buku ini, melihat bagaimana sang penulis mencoba membahas aroma dari segi ilmiah. Upayanya yang mengkritisi tentang jumlah aroma yang bisa diindentifikasi manusia telah cukup bagi saya untuk meneruskan membaca. Ini bukan sekedar buku pop sains biasanya. . Jadi mari kita teruskan baca. Tentang apa itu aroma, bagaimana pengaruh aroma pada pikiran, tentang seni mengendus dan segala hal lain tentang wewangian. Oh ya, judul buku ini ilmu penciuman, bukan Ilmu Berciuman. Jangan salah baca πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜‚ #salamliterasi #ilmupenciuman #averygilbert #ulasanwiki

  • 15
  • 1
  • 1 Week ago

@ahmad_suhudi SENDIRI ITU PASTI Pada akhirnya, tak peduli seberapa banyak hartamu, seberapa riuh pengawal penjagamu, seberapa gaduh orang mengelukan jayamu, dan seberapa gemuruh sembah puja puji orang tercinta..tokh ujung dari semua itu adalah kesendirian. . Sendiri telanjang tak berdaya dalam tatap tak bercela, mengupas tuntas semua serpih serpih kesombonganmu, sampai kau tunduk tak berdaya menghadap pada-Nya. . Selamat Hari Raya Idul Adha 1440 H, duhai para penggenggam mimpi, harap dan ampunan. . #streetphotographyindonesia #thestreepers #streetphotography #streetspirit #minimalism #minimalistphotography #minimalist #streetphotographyinternational #aspfeatures #urbanstreetphotogallery #fujifilm #fujifilm_id #fujifilmx #xt100 #fujifilm_street #streetphotographyhub #fujiguysid #3xplorefgi #lens_culture #life_is_street #dreaminstreets #sukabumi #huntingpasar #nyetrit #nyetrit_hari_senin

  • 18
  • 0
  • 1 Week ago

@ahmad_suhudi KISAH PENJAGA HATI Tanpa perlu menilik lebih jauh ke segala macam teori tentang kelestarian gen, tentang adanya upaya bawah sadar dari gen2 egois dalam tubuh makhluk hidup yang tujuan utamanya adalah kelestarian. Baik dalam wujud berusaha hidup lebih lama atau meneruskan gen dalam bentuk anak keturunan. . Cukup melihat saja ke sekeliling, bahwa yang namanya orang tua akan selalu melakukan upaya maksimal demi anaknya. Seperti burung ini, yang berdiam menjaga disamping sarangnya. Sepertinya dia sadar akan kehadiran saya sehingga ia bolak balik terbang dan kembali ke posisi yang sama. Ketidaktahuannya akan niatku membuatnya percaya bahwa saya adalah ancaman. Sebuah cerminan tentang hidup makhluk Tuhan. . Jika kau ingin tahu kisah betapa kerasnya hidup maka jalan2lah ke Rumah sakit. Disana akan kau temui orangtua2 panik gelisah mengantar anaknya demam, seakan dunia telah runtuh di matanya oleh rintih sakit anaknya. Disisi lain akan lumrah kau temui anak2 yang mengantar orangtuanya berobat lalu memaksa merawat inapkan dengan alasan di rumah tak ada yang menunggui. Atau menolak rawat gara2 tak ada yg bisa menemani. Seakan RS alih fungsi menjadi tempat penitipan karena sang anak sibuk bekerja dan waktunya habis mengurus anak2nya sendiri. Tak sekali dua kali ada orang tua yang meregang nyawa disisi pembantunya atau petugas panti, karena keluarga tak ada yang menemani. Kita sepertinya harus mulai memaklumi bahwa demi kemajuan jaman, ada beberapa hal yang mesti dikompromikan, termasuk tentang nasib kita ketika kelak menua dan menjadi orang tua. . . Namun kadang kala akan kau temui juga tentang kisah betapa mulianya hati manusia dalam mencinta, mengurus penuh kasih di tempat ini. Kalau tak banyak waktumu belajar tentang hidup, luangkan sedikit jalan2 ke rumah sakit. Disana akan kau pelajari tentang moralitas yang bergeser oleh modernitas, tentang kemanusiaan yang kabur oleh iming2 bisnis dan juga tentang cinta. Manusia adalah makhluk paling mumpuni dalam mengolah rasa. Dalam bentuk paling agung sampai terdalam gelap dalam bentuknya yang paling durjana.

  • 27
  • 1
  • 1 Week ago

@ahmad_suhudi LIVE THE LIFE Ibu ini sering saya lihat menghabiskan paginya sebelum bekerja, duduk di depan gapura alun alun kota Sukabumi. . Seperti pagi ini, ia duduk disamping gerobak dorong bertuliskan "takut kehilangan" sambil menghisap pelan rokoknya. Saya ijin memotret, ia langsung pasang pose standar dan melempar senyum tipis. . Setiap orang adalah satu kisah unik tentang hidup yang begitu beragam. Entah bagaimana kisah ibu ini, tentang usianya yang tak lagi muda namun mesti berjuang dengan kerasnya kota. Tentang caranya menikmati hidup, tentang pandangannya pada bagaimana hidup itu sendiri. Ada begitu banyak sisi pada diri setiap orang. Sebuah misteri yang olehnya itu, tak bisa kita tuliskan pada satu kata. Hitam tak sepenuhnya hitam, putihpun demikian. . Dulu saya sempat berpikir bahwa betapa banyak orang2 kekurangan materi tapi masih juga merokok. Seakan akan bahwa otak mereka tak mampu lagi memilah mana yang lebih penting, uang untuk makan atau untuk beli rokok. Namun seiring waktu, saya menyadari hidup tidaklah sesimple itu. Hidup selalu menyimpan kisahnya sendiri, kisah2 personal tentang individu unik yang punya masalah dan cara menyelesaikan masalahnya sendiri. . Kacamatamu tak bisa menilai cara pandang kacamata orang lain dengan kebenaran 100%. Begitupun tentang rokok. Ada begitu banyak masalah dan kesedihan pada orang2 pinggiran ini, yang boleh jadi hal tersebut melarut bersama hembusan asap rokoknya. Asap yang alih alih memberi solusi, kemungkinan hanya menambah masalah karena efeknya, namun minimal bagi mereka mungkin telah sedikit membahagiakan. Pada titik tersebut, saya mulai belajar memaklumi. Tak perlu paham, minimal sedikit mengenali maknanya dari sudut pandang mereka. . Bukankah hidup semestinya begitu? . #streetphotographyindonesia #thestreepers #streetphotography #streetspirit #minimalism #minimalistphotography #minimalist #streetphotographyinternational #aspfeatures #urbanstreetphotogallery #fujifilm #fujifilm_id #fujifilmx #xt100 #fujifilm_street #streetphotographyhub #fujiguysid #3xplorefgi #lens_culture #life_is_street #dreaminstreets #sukabumi #huntingpasar

  • 39
  • 2
  • 1 Week ago

@ahmad_suhudi Okay, setelah sekian lama berusaha tak nyinyir lagi dengan hal2 yg beredar di medsos, namun yg ini menurut saya cukup mengganggu untuk dibiarkan saja. . Jadi begini ceritanya, sekelompok lelaki entah mengatasnamakan organisasi apa mendatangi toko buku di makassar, dalam rangka melakukan "himbauan" pada pihak toko untuk tidak memajang (yang tentu saja tujuannya agar tidak diperjualbelikan) beberapa buku yang menurut para lelaki ini tidak benar karena dianggap menyebarluaskan paham Marxisme dan Leninisme. . Ada beberapa hal yg konyol disini jika ini coba ditelusuri lebih jauh. Pertama, mereka melakukan itu karena menganggap paham ini terlarang di negera ini. Dengan kata lain, mereka mencoba menegakkan hukum versi mereka dengan cara melanggar hukum. πŸ€¦β€β™‚οΈ. Ada prosedural tertentu yg harus dilakukan jika isi sebuah tulisan,buku dianggap melanggar baik secara hukum ataupun etika. Kata lawan dengan kata, ide lawan dengan ide. Bukan dengan cara main kayu,bossque. . Kedua, jika kita menghilangkan sesuatu hanya karena itu berbeda dengan pandangan kita atau kita anggap salah menurut keyakinan kita, maka apa bedanya dirimu dengan Stalin yang otoriter atau Hitler yang haus darah?. Jika kita mesti mengenyahkan sesuatu yang menurut kita tak benar, ohladalah..besok2 kau bakar kitab suci orang lain. πŸ˜” . Disisi lain, buku itu berpengaruh hanya bagi mereka2 yang meluangkan waktu untuk membaca. Kita hanya berhak menilai suatu buku setelah membacanya. Itupun jika penilaian kita terhadap isi buku itu tak salah kaprah. Hanya karena otakmu tak mampu mencerna isi suatu buku atau salah cerna isinya, bukan berarti pemikiran dalam buku itu salah. . Karena membaca itu proses aktif, ia tak lebih informasi yang membutuhkan nalarmu untuk memilah lebih lanjut ini benar apa salah, ini bermanfaat apa tidak. Jikapun itu tak benar atau tak guna, terus apa hakmu untuk memusnahkanya secara fisik? Musnahkan itu dengan cara membuktikannya tidak benar. . Razia buku, pembakaran buku, pembredelan buku adalah upaya2 jadul yang kekanak kanakan. Sudah seharusnya pemerintah menindak tegas upaya2 model begini. #salamliterasi #raziabuku #stop_razia_buku

  • 12
  • 0
  • 2 Weeks ago

@ahmad_suhudi TENTERAM Pagi-pagi bapak ini duduk sendiri, di depan pelataran tokonya. Mengisap pelan rokoknya sambil menikmati hangat sinar matahari. Terkesan tak peduli dengan riuh dunia disekitarnya, desah gemuruh jalan yang tak kenal waktu istirhat. Tenteram menikmati bahagianya sendiri. . Tetiba teringat kisah sang Filsuf mazhab sinisme terkenal, Diogenes. Filsuf yang terkenal hidup bebas, terkadang hanya menikmati waktu duduk dalam tong. Suatu hari, sang Maharaja Macedonia, Alexander The Great menemuinya. Sang raja berdiri didepannya lalu bertanya apa permintaannya. Diogenes acuh tak acuh hanya berkata : aku hanya ingin engkau bergeser dari depanku..engkau menghalangi sinar matahari. Sesimple itu, setakpeduli itu. . Terkadang ketika engkau membebaskan dirimu dari keinginan yang muluk2, pada akhirnya baru bisa kau kecap rasannya tentram. Keinginan adalah penderitaan. Karena keinginan adalah samudera luas tak berdasar,laksana sebuah blackhole yang menghisap tanpa henti. . Tenteram dalam damai keinginan. #streetphotographyindonesia #thestreepers #streetphotography #streetspirit #minimalism #minimalistphotography #minimalist #streetphotographyinternational #aspfeatures #blackandwhitephoto #monotone #monochrome #urbanstreetphotogallery #fujifilm #fujifilm_id #fujifilmx #xt100 #fujifilm_street #serialhitamputih #streetphotographyhub #fujiguysid #3xplorefgi #lens_culture #life_is_street #dreaminstreets #fotohitamputih #sukabumi #huntingpasar #nyetrit #nyetrit_hari_senin

  • 26
  • 0
  • 2 Weeks ago

@ahmad_suhudi PEKA Boleh dikata, salah satu kata yang hilang dalam kamus hidupku adalah kata :peka. Entah disesuaikan dengan kulit muka yang tebal kayak badak, sehingga kepekaan juga luntur tak bersisa. πŸ˜… . Namun karena saya sadar bahwa saya tak peka, saya berusaha untuk tak berkomentar pada banyak hal. Terkadang ada begitu banyak pikiran yang melintas begitu melihat atau mendengar atau ter"kontaminasi" oleh sesuatu, yg sy biarkan mengendap sendiri walau ujungnya berwujud ketawa-ketawa sendiri. Sy tak komentar karena sy ragu jgn sampai level komentar sy belumlah cukup merangkul makna kata peka. . Bagi saya itu becanda, namun ditelinga orang lain, itu adalah bentuk penyerangan. Bagi saya itu adalah pujian, namun boleh jadi bagi orang lain itu adalah bentuk bully-an. Kembali lagi, kadar peka saya taklah berada dalam garis yg sama dengan standar peka orang lain. Bgitupun sebaliknya. . Gempa semalam juga menjadi batas saya bertanya tentang soal peka-tidak peka ini. Jujur saya merasa tak nyaman, ketika belumlah reda rasa panik karena goncangan itu, tiba2 membaca postingan beberapa orang yg boleh jadi niatnya baik, namun terasa terlalu dini. . Bagaimana dgn ringannya beberapa menulis menyindir bahwa goncangan menjelang Isya itu gara2 adzan berkumandang tapi tak mau sujud, jadi diberilah getaran agar kau mau sujud sedikit saja. Entahlah, sebagai seseorang yg sadar tak peka, tulisan kayak begini seperti seseorang yg melihat orang lain mengaduh kesakitan karena celaka lalu berdiri didepannya dan berkata : gue bilang juga apa, makanya hati2..sakit khan jatuh. . Yup, terkadang niat baik menasehati beda2 tipis dengan menyumpahi. . Permasalahannya, terkadang kita perlu merasakan ketidakpekaan baru kemudian tersadar betapa pentingnya bersikap peka. Belajar peka itu sulit. #streetphotographyindonesia #thestreepers #streetphotography #streetspirit #minimalism #minimalistphotography #minimalist #streetphotographyinternational #aspfeatures #blackandwhitephoto #monotone #monochrome #urbanstreetphotogallery #fujifilm #fujifilm_id #fujifilmx #xt100 #fujifilm_street #serialhitamputih #streetphotographyhub #fujiguysid #3xplorefgi #lens_culture #life_is_street #dreaminstreets

  • 17
  • 0
  • 2 Weeks ago

@ahmad_suhudi PENJUAL BAKSO KELILING //Sukabumi,2019 Saya selalu percaya bahwa uang bukanlah segalanya ketika melihat para penjual seperti ini. Uang bukanlah target utama mereka, sebab tentu saja berapa banyak yang bisa kau hasilkan dari piring2 bakso yang terjual dalam sehari. . Uang hanyalah sekedar alat bagi mereka. Setiap rupiah yang dihasilkan dari tetes keringat berpanas ria mengukur jalan tak lebih dari sekedar cara mencari rejeki dengan jalan yang terhormat. Bagi para penjual seperti ini kehormatan dan harga diri tetap yang utama. . Kenapa? Karena selalu ada cara yang lebih gampang untuk mendapat uang. Tinggal kau duduk menghiba sambil menengadahkan tangan meminta-minta. Bisa pula kau coba jalur kekerasan serba instan. Itu jika cuma sekedar uang yang kau cari. . Sehingga terbitlah maklum saya pada mereka2 yang mengambil bahu jalan, trotoar untuk berjualan. Kios2 jualan yang terkadang tak menyediakan ruang bagimu melintas di trotoar. Sebuah pemakluman untuk upaya mereka tetap menjaga harga diri dengan cara yang terhormat, tanpa harus merendahkan diri mengais empati dan iba orang lain. Sebuah masalah yang kadang diselesaikan begitu simpel oleh pemerintah lewat pentungan dan kejaran petugas karena dianggap jualan tanpa izin. . Terkadang bertanya, birokrasi dan segala tetek bengeknya diatur untuk siapa?. Apakah hanya demi rasa nyaman sebagai sebuah negara yang berdaulat?. Atau jangan2 kita telah lupa bahwa negara semestinya hadir untuk semua, baik yang kaya, ataupun miskin. Untuk mereka yang beruntung atau pada mereka yang tersisih oleh nasib buruk?. Jangan sampai negara hanya hadir dalam bentuk KTP dan urusan tetek bengek sensus demi urusan pemilu saja. Dan kita, sesama warga negara tak lebih mirip serigala yang siap saling sikat jika perut lapar dan uang sudah bicara. . . #streetphotographyindonesia #thestreepers #streetphotography #streetspirit #streetphotographyinternational #aspfeatures #blackandwhitephoto #monotone #monochrome #urbanstreetphotogallery #fujifilm #fujifilm_id #fujifilmx #xt100 #fujifilm_street #serialhitamputih #streetphotographyhub #fujiguysid #3xplorefgi #lens_culture #life_is_street #dreaminstreets #fotohitamputih #sukabumi #huntingpas

  • 28
  • 1
  • 2 Weeks ago